Makanan Khas Daerah

5 Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi

Kita sering tidak mengetahui bahwa banyak makanan khas daerah yang dimodifikasi. Tentunya hal itu dilakukan agar makanan tersebut lebih nikmat untuk disantap. Modifikasi makanan tersebut ternyata memiliki keunikan tersendiri.

Hal ini didasarkan oleh beberapa faktor contohnya cita rasa. Makanan yang dimodifikasi bukan berarti makanan tersebut adalah makanan kekinian saja. Tetapi inovasi yang dihasilkan oleh sebagian orang terhadap makanan sudah dilakukan di zaman dahulu.

Daftar Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi

Ternyata bisa jadi bahwa makanan yang kita favoritkan selama ini adalah hasil inovasi atau modifikasi dari cita rasa sebelumnya. Faktanya saat zaman dahulu banyak makanan tradisional dari negara luar, yang menjadi sebuah makanan tradisional di negara kita.

Berikut adalah makanan yang ternyata hasil modifikasi:

1. Martabak Manis

Sebagian dari kita mungkin akan terkaget- kaget karena martabak ini ternyata hasil ciptaan warga Tionghoa. Sebelum dinamakan martabak, asal muasal nama makanan ini adalah Hok Lo Pan. Tentunya hal ini beralasan karena warga Tionghoa tersebut tinggal di Bangka Belitung dengan suku Hok Lo.

Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi

Kata martabak sendiri lebih dipilih karena ternyata martabak berasal dari bahasa Arab yang lebih mudah diucapkan. Martabak adalah kue yang memiliki tingkat modifikasi ringan. Tentunya zaman dahulu belum ada yang namanya cokelat bubuk, cokelat tabur atau meses seperti sekarang.

Seiring berkembangnya zaman, martabak kini menjadi makanan yang selalu viral. Apalagi modifikasi makanan yang membuat martabak memiliki banyak menu. Zaman dahulu martabak hanya memiliki satu menu yaitu martabak cokelat.

Dengan adanya campuran yang disebut topping, martabak menjadi makanan favorit banyak orang dengan banyak pilihan rasa. Sehingga sampai kapan pun martabak akan menjadi makanan yang terus diminati.

2. Serabi

Serabi atau bahasa Sundanya Surabi, adalah kue tradisional khas warga Sunda Jawa Barat. Beda dengan martabak, kue surabi ini masih menggunakan ciri khas saat pengolahan atau pembuatannya.

Meskipun sampai saat ini serabi kerap mengalami inovasi, namun tetap untuk cara memasaknya masih menggunakan cara tradisional. Kue serabi tidak akan pernah lepas dengan cara masak yang unik, yaitu dengan arang dan juga tempat masaknya yang terbuat dari tanah liat.

Kue serabi ini identik dengan makanan yang instan. Namun terkadang orang- orang lebih suka mengkonsumsi makanan ini dengan hidangan langsung, alias langsung dibuatkan oleh tukang atau kokinya.

Seperti layaknya martabak, surabi kini kerap melakukan inovasi dan modifikasi dari cita rasa. Rasa original kue serabi identik dengan baluran kuah santan gula merah. Sedangkan saat ini topping atau taburan kue serabi sudahlah banyak.

Contohnya ada yang memakai topping keju, cokelat batangan, sampai keju mozzarella yang menggiurkan. Namun tetap saja banyak orang yang lebih menyukai dengan cita rasa tradisional atau original. Apalagi serabi original tentunya lebih murah dan lebih sehat. 

3. Kue Bandros

Bandros ternyata hampir serupa dengan perjalanan kue tradisional lainnya. Namun ide kue bandros ini didapat karena kebijakan Belanda pada tahun 1900-an yang telah mengenalkan tepung terigu di Bandung.

Bedanya saat dahulu, terigu adalah bahan makanan bangsawan. Sehingga kue bandros ini lahir dari masyarakat kelas bawah dengan teknik yang serupa dengan kue yang diminati oleh bangsawan tersebut. Bedanya yaitu dengan sisi bahan baku kue itu sendiri.

Agar biaya membuat kue ini menjadi jajanan yang murah, maka bahan baku tepung terigu diganti dengan tepung kelapa dan juga tepung beras. Oleh karena itu ciri khas tradisional tersebut bertahan hingga saat ini. Namun tetap yang unik adalah cetakannya yang terbuat dari baja.

Dengan adanya campur tangan para pegiat kuliner, maka modifikasi terhadap kue bandros ini semakin semarak. Kue bandros kian apik disajikan dengan taburan topping yang mewah seperti keju lumer, sosis hingga daging. Sehingga tidak jarang kue yang asalnya dianggap kue biasa ini  dapat disajikan di restaurant atau café- café anak muda.

4. Kue Balok

Kue favorit para bangsawan Belanda adalah kue yang satu ini. Setelah mengenal kue bandros sebagai kue rakyat bawah, maka kue balok lah yang disukai orang bangsawan. Kue ini mirip seperti kue bandros namun dengan ukuran yang besar.

Hal itu diakibatkan karena cetakan kue ini yang lebih besar daripada kue bandros. Saat ini kue ini lebih sering dijumpai dengan varian toping unik, contohnya green tea, coklat hingga keju.

5. Onde-Onde

Kue onde- onde ini sangat kental dengan kue jajanan pasar yang murah dan dapat kita jumpai di manapun pasar tradisional didirikan. Kue ini ternyata merupakan jajanan ringan khas Mojokerto Jawa Timur.

Lebih luar biasa lagi bahwa kue ini sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Tentunya saat zaman dahulu kue ini merupakan camilan para anak raja. Kue onde- onde memiliki tekstur yang cukup alot dengan bentuk yang bulat.

Kue ini merupakan kue isi, karena di dalamnya ada isian yang manis terbuat dari kacang ijo. Bahan dasar kue ini tentunya tepung terigu. Namun dapat dibuat dengan tepung ketan agar lebih gurih lagi. Dengan modifikasi yang unik, kue onde- onde ini sudah meninggalkan isian kacang ijo manis dan diganti oleh isian seperti cokelat dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa makanan khas daerah yang dimodifikasi sampai saat ini. Tentunya kita dapat menemukan makanan tersebut di sekitar kita. Sebab telah banyak yang menjual makanan khas daerah hasil modifikasi tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *