Anggrek Kasut Kumis

5 Fakta Anggrek Kasut Kumis dan Cara Menanamnya

Ada banyak bunga unik yang bisa Anda rawat, salah satunya adalah anggrek kasut kumis. Berbeda dari anggrek lainnya, anggrek kasut kumis memiliki penampilan berkantung seperti kantung kangguru.

Dinamakan anggrek kasut kumis karena salah satu bagiannya berbentuk kumis, dan kantungnya seperti selop atau sandal.

Warna anggrek ini didominasi oleh warna hijau dan ungu. Terdapat juga bintik-bintik kecil di bagian “selop” bunga, membuat bentuknya sangat jarang ditemui secara umum. Bagian tersebut sudah termasuk kelopak samping, kelopak punggung, dan bibir bunga.

Karena anggrek kasut kumis sudah kian langka, penanaman anggrek kasut kumis sangat dijaga. Jika Anda memang ingin merawatnya, Anda perlu mengetahui beberapa fakta tentang anggrek kasut kumis. Terdapat juga cara menanam dan merawatnya agar anggrek kasut kumis dapat dibudidayakan dengan baik.

Anggrek Kasut Kumis

Spesifikasi Anggrek Kasut Kumis

Secara klasifikasi, anggrek kasut kumis berasal dari suku anggrek-anggrekan dengan genus bernama paphiopedilum. Nama latin anggrek kasut kumis ialah Paphiopedilum chamberlainianum yang berasal dari kata “pedilon” yang berarti sepatu dan “Paphos” yang merupakan kota suci dalam mitologi dewa-dewi Yunani.

Adapun chamberlainianum biasa juga dikenal sebagai Queen Victoria atau regina-victoria. Dalam bahasa sehari-harinya, anggrek kasut kumis dikenal sebagai Laddy’s Slipper atau sandal wanita. Anggrek kasut kumis memiliki 4 helai kelopak yang terdiri dari 2 kelopak utama dan 2 kelopak samping. Terdapat juga 1 labellum atau yang biasa kita kenal sebagai bibir bunga.

Salah Satu Tumbuhan yang Harus Dilindungi

Perlu Anda ketahui bahwa anggrek kasut kumis adalah tanaman yang masuk dalam daftar merah IUCN, organisasi konservasi alam internasional. IUCN menyebutkan bahwa populasi anggrek kasut kumis sudah menipis di dunia dan berstatus “terancam punah”. Hal ini disebabkan oleh penebangan liar dan bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Anggrek kasut kumis juga sering diincar karena keindahannya. Sayangnya, orang-orang lebih memilih untuk memburunya secara ilegal, bahkan dengan palang larangan yang telah dipasang. Padahal, kebanggaan tanaman Indonesia tersebut harusnya dijaga dalam keadaan apapun. Bukan dijual demi kepentingan semata.

Merupakan Endemik Asli Indonesia

Anggrek kasut kumis bertempat tinggal asli di Jawa Timur, Melayu, Sumatra, dan daerah sekitarnya. Ada yang menyebut anggrek kasut kumis berhabitat di Jawa Timur, namun dengan nama yang lain yakni Anggrek Selop. Di semenanjung Malaya, anggrek kasut kumis juga tumbuh dengan baik.

Tetapi, sebagian besar anggrek kasut kumis yang kita mungkin lihat berasal dari pegunungan Sinabung di Sumatera Utara. Tanahnya yang subur membuat anggrek kasut kumis melakukan proses pertumbuhan dengan kondisi baik. Sehingga, anggrek kasut kumis ditetapkan menjadi endemik asli Indonesia khususnya dari Sumatera Utara.

Habitat Anggrek Kasut Kumis

Untuk habitatnya sendiri, anggrek kasut kumis memerlukan tempat dengan ketinggian 600 – 800 meter di atas permukaan laut. Disamping itu, anggrek kasut kumis juga memiliki habitasi epifit dan litofit untuk menunjangnya tetap hidup. Maksud dari epifit sendiri ialah tumbuhan yang menumpang pada tempat lain, seperti tanaman atau pohon.

Namun, epifit tidak bisa disamakan dengan parasit. Mereka dapat mengonsumsi makanan sendiri atau yang berasal dari sisa akomodasi tumbuhan tempat anggrek kasut kumis menumpang. Sedangkan, litofit adalah habitasi yang membuat tumbuhan tersebut tumbuh di bebatuan. Mereka juga membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk membantu pertumbuhan.

Baca Juga: Anggrek Hartinah, Anggrek Cantik dengan Nama Lokal

Ciri Fisik Anggrek Kasut Kumis

  1. Ukuran bunga yang terdapat pada anggrek kasut kumis sebesar 7,5 sentimeter dengan kelopak samping berukuran 5 sentimeter, bibir bunga 4,5 sentimeter, dan kelopak punggung 3 sentimeter
  2. Bentuk daun anggrek kasut kumis bentuknya pita dengan ujung yang cenderung membulat dengan panjang antara 30 – 80 cm dan lebar 6 – 12 cm
  3. Batang anggrek kasut kumis hanya satu, tidak ada yang lain. Ujung batang adalah tempat dimana bunga tumbuh. Untuk membudidayakannya, anggrek kasut kumis dapat distek dengan batang atau biji
  4. Anggrek kasut kumis memiliki akar dengan jenis litofit, yaitu berdiam diri di bebatuan dan mengambil makanan dari humus, air, udara, dan komponen alam lainnya
  5. Anggrek kasut kumis hidup di area yang curam

Cara Menanam Anggrek Kasut Kumis

Dalam menanam anggrek kasut kumis, Anda harus membeli bibitnya terlebih dahulu. Berikan tempat yang langsung menghadap sinar matahari namun tidak panas agar anggrek Anda sehat. Anda juga bisa menyetek anggrek kasut kumis yang sudah tumbuh untuk dikembangbiakkan lagi. Namun, penyetekkan harus secara hati-hati dan perlahan.

Cara Merawat Anggrek Kasut Kumis

Anggrek memiliki sifat dasar yang menyukai kelembapan. Walau begitu, anggrek tidak bisa kelebihan air. Hal tersebut berlaku juga pada anggrek kasut kumis. Untuk dapat merawatnya, Anda bisa mengatur suhu udara di kondisi tidak terlalu dingin.

Selain itu, pencahayaan adalah komponen yang sangat diperlukan oleh anggrek kasut kumis. Mereka bisa bertahan dengan cahaya yang sedang sampai redup. Selama cahaya masih mencukupi, mereka akan bertahan hidup dengan baik.

Dibalik keindahan dan eksotismenya, anggrek kasut kumis sedang berada dalam masa kritis. Karena erupsi dan pembalakan liar, habitat aslinya menjadi berkurang. Jika habitatnya terus menerus tergantikan, maka anggrek kasut kumis bisa saja punah.

Sehingga, jika Anda ingin menanam anggrek kasut kumis, Anda harus bisa menjaga bunga tersebut dengan telaten. Apabila Anda berhasil merawatnya, maka Anda sudah berkontribusi untuk satu kebaikan menjaga lingkungan. Kami harap, penjelasan tentang anggrek kasut kumis ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *